
Aplikasi pencatat kini tidak sekadar tempat menulis. Banyak yang sudah menyisipkan fitur AI untuk meringkas, mencari, bahkan menghubungkan catatan satu sama lain. Berikut lima yang paling layak dicoba untuk kebutuhan kerja harian.
Baca juga: Second Brain: Cara Menyimpan dan Mengelola Pengetahuan dengan Sistem Digital
Baca juga: AI Generatif di Tempat Kerja: Manfaat, Risiko, dan Cara Pakainya dengan Bijak
Baca juga: Cara Pakai AI untuk Menulis Email dan Laporan Lebih Cepat Tanpa Kehilangan Gaya Pribadi
Pertama, Notion dengan fitur Notion AI yang bisa meringkas catatan panjang, menulis draf, dan menerjemahkan. Cocok untuk tim yang memakai satu workspace terpusat. Kedua, Mem yang otomatis mengorganisasi catatan tanpa perlu membuat folder.
Ketiga, Obsidian untuk kamu yang suka mengelola catatan secara lokal dengan sistem tautan antar-catatan. Keempat, Reflect yang memakai AI untuk membantu menulis ulang dan merapikan pemikiran. Kelima, Craft dengan antarmuka yang nyaman dipakai di perangkat Apple.
Sebelum memilih, tanyakan dulu kebutuhanmu: apakah untuk tim atau pribadi, apakah perlu offline, dan seberapa besar data yang akan disimpan. Aplikasi terbaik adalah yang paling tidak menghambat caramu bekerja.
Hampir semua punya versi gratis dengan batasan tertentu. Coba versi gratisnya dulu selama beberapa minggu sebelum memutuskan berlangganan, supaya kamu tahu fitur mana yang benar-benar kamu pakai setiap hari.
Artikel ini bagian dari Percaya Cuan — portal literasi digital & AI Indonesia.