Dalam diskusi panel pameran bertajuk 'Art for Peace and a Better Future: Collaboration', dua seniman muda, Koelo Mariam dan La Ode Umar, membagikan pandangan bahwa kecerdasan buatan bukanlah musuh kreativitas.

Mereka menekankan bahwa kolaborasi antara manusia dan AI justru membuka ruang eksplorasi yang lebih luas, dari eksperimen visual hingga penciptaan karya yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Pandangan ini sejalan dengan tren seni kontemporer yang semakin terbuka terhadap teknologi, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pengarah visi dan makna di balik setiap karya.