Google Rilis Gemini Omni 1.1 Flash: Video AI Kini Bisa 4K dan Lebih Panjang

Google kembali memperbarui model kecerdasan buatan (AI) untuk generasi video miliknya. Raksasa teknologi itu resmi merilis Gemini Omni 1.1 Flash, versi terbaru yang membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama dalam hal resolusi dan durasi video yang bisa dihasilkan.

Baca juga: Fenomena Curhat ke AI Makin Marak, Pakar Ingatkan Teknologi Bukan Pengganti Manusia

Baca juga: Reflection AI Rilis Beam, Model Open-Weight 501 Miliar Parameter

Baca juga: OpenAI Luncurkan Dots, Asisten AI Otonom Bertenaga GPT-6 Astra

Baca juga: Google Siapkan Gemini 4 dan Live Avatar, Asisten AI Makin Mirip Manusia

Baca juga: Perang AI Makin Panas: Anthropic dan OpenAI Rilis Model Baru dalam Selang Satu Jam

Baca juga: Googlebook: Laptop AI Google Buka Pre-order 21 September, Ini yang Perlu Kamu Tahu

Baca juga: OpenAI, Anthropic, dan Google Bersatu Susun Standar Keamanan AI, Ini Tujuannya

Baca juga: OpenAI Klaim Model AI Pecahkan Masalah Matematika Millennium Navier-Stokes

Baca juga: OpenAI Rilis GPT-6 Astra, Klaim Era AGI Telah Tiba. Apa Artinya Buat Kita?

Baca juga: Mengenali Bias dan Keterbatasan AI: Apa yang Perlu Kamu Tahu

Baca juga: Google Rilis Gemini 3.8 Flash: Model Flash Keempat dalam Empat Bulan, Apa Artinya buat Pengguna?

Baca juga: Meta Mulai Produksi Chip AI Generasi Baru September 2026, Persaingan Makin Panas

Baca juga: Google Cloud Pimpin Pasar AI Cloud, Tumbuh 63% Ungguli AWS dan Azure

Bagi kamu yang mengikuti perkembangan AI, model ini merupakan penyempurnaan dari Gemini Omni yang pertama kali diperkenalkan Google dalam ajang I/O 2026 pada Mei lalu.

Video AI Kini Bisa 4K

Salah satu peningkatan paling menonjol adalah dukungan output hingga resolusi 4K. Perlu dicatat, video 4K tersebut merupakan hasil upscaling atau peningkatan dari resolusi default-nya. Secara bawaan, Gemini Omni 1.1 Flash menghasilkan video pada resolusi 720p, yang kemudian bisa dinaikkan ke 1080p hingga 4K.

Selain itu, Google juga menyediakan opsi resolusi 360p yang lebih hemat biaya. Resolusi rendah ini cocok digunakan untuk membuat draf atau percobaan awal sebelum menghasilkan video final yang lebih tajam.

Durasi Lebih Panjang hingga 40 Detik

Peningkatan lain yang tak kalah penting adalah durasi. Gemini Omni 1.1 Flash kini mampu menghasilkan video hingga 40 detik, jauh lebih panjang dari versi sebelumnya. Model ini juga bisa memperpanjang adegan dari video yang sudah dibuat dengan lebih konsisten.

Caranya, model menggunakan hingga 10 detik bagian video sebelumnya sebagai konteks untuk men-generate lanjutan adegan. Sebelumnya, versi lama hanya menggunakan satu detik terakhir sebagai konteks. Penambahan konteks ini membantu model mempertahankan karakter, gerakan, dan arah adegan secara lebih konsisten.

Kendali Frame Awal dan Akhir

Fitur menarik lainnya adalah kemampuan untuk menentukan frame awal dan akhir sebuah video. Ini memberi kreator kontrol lebih besar terhadap hasil akhir, sehingga proses pembuatan konten video AI jadi lebih presisi dan fleksibel.

Kemampuan multimodal Gemini Omni juga memungkinkan pengguna melakukan pengeditan melalui percakapan. Artinya, kamu bisa memberikan instruksi lanjutan untuk mengubah hasil video tanpa harus mengulang seluruh proses generasi dari awal.

Apa Artinya buat Kreator?

Bagi para kreator konten, pembaruan ini membuka peluang baru. Membuat video AI dengan resolusi tinggi dan durasi lebih panjang kini semakin mudah diakses. Proses yang sebelumnya membutuhkan banyak klip terpisah kini bisa disatukan dalam satu rangkaian adegan yang lebih utuh.

Namun, seperti halnya teknologi AI lainnya, pengguna tetap perlu bersikap kritis. Kemampuan menghasilkan video yang realistis juga membawa tantangan baru, terutama terkait potensi penyalahgunaan. Literasi digital menjadi semakin penting agar kita bisa memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan ritme pembaruan yang cepat, Google jelas serius menggarap pasar AI generatif. Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana persaingan di sektor ini terus mendorong inovasi yang makin canggih dan mudah diakses.

Sumber: Kompas

Artikel ini bagian dari Percaya Cuan — portal literasi digital & AI Indonesia.